Meraih Kelezatan Beribadah (Bag. 3)

Posted by Wahdah Islamiyah Kolaka Rabu, 05 Juni 2013 17.59
3. Contoh adanya rasa kelezatan dalam beribadah

Pada dasarnya seorang muslim merasakan adanya kelezatan dan manisnya ibadah ini tatkala beribadah mendekatkan diri kepada Allah ta'ala, dan diantara contoh dan gambaran perasaan lezat ini adalah sebagai berikut :

1. Manisnya keimanan.

Iman memiliki sebuah kelezatan dan rasa manis yang tidak bisa ditandingi oleh kelezatan dunia yang fana sebagaimana yang terdapat dalam hadis Anas bin Malik radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda : "Tiga perkara yang apabila ada dalam diri seseorang maka ia akan merasakan manisnya keimanan… ".15 Jadi keimanan memiliki rasa manis yang bisa dirasakan oleh hati, sebagaimana manisnya makanan dan minuman bisa dirasakan oleh lidah, karena iman adalah gizi bagi hati sebagaimana makanan dan minuman yang merupakan gizi bagi tubuh.Dan sebagaimana tubuh tidak bisa merasakan lezatnya makanan dan minuman kecuali ketika dalam keadaan sehat sebab jika ia sakit maka ia tidak akan mendapatkan rasa lezat yang bermanfaat baginya bahkan kadang bisa saja merasakan manis sesuatu yang tidak manis dan yang bisa membahayakannya lantaran beratnya penyakitnya,maka demikian pula halnya hati, ia hanya bisa merasakan lezatnya keimanan jika suci dari penyakit hawa nafsu yang menyesatkan dan syahwat yang haram, maka ketika itulah ia bisa merasakan manisnya iman, sebaliknya kapan ia sakit (yang disebabkan dosa-dosa) maka ia tidak akan merasakan manisnya iman, bahkan ia merasakan manis sesuatu yang menjadi sumber kebinasaan baginya yang berupa hawa nafsu dan maksiat".16

2. Kelezatan ibadah shalat.

Shalat memiliki kelezatan yang besar sebagaimana yang dirasakan sendiri oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam . Anas radhiyallahu'anhu meriwayatkan bahwa beliau bersabda :

حُبِّبإليَّمن دنياكم النساء والطيب وجُعلَتقرةعيني في الصلاة

Artinya : "Saya diberikan kecintaan dari perkara dunia kalian ; wanita ,dan minyak wangi dan penyejuk hatiku diletakkan dalam shalat".17

Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam merasakan dalam shalatnya kelezatan dan ketenangan jiwa, sebagaimana ucapannya kepada Bilal radhiyallahu'anhu :

قميا بلال فأرحنا بالصلاة

artinya : "Berdirilah wahai Bilal (untuk mengumAndangkan iqamat -pent) ,tenangkan hati kami dengan shalat".18

Kelezatan inilah yang juga dirasakan oleh Urwah bin Zubair rahimahullah sehingga ia tidak merasakan sakit sedikitpun ketika kakinya dipotong dalam keadaan shalat19. Sungguh lezat dan manisnya shalat bisa menghilangkan rasa sakit dari dirinya.

3. Kelezatan shalat malam (qiyam lail).

Sebagian para salaf berkata : "Sungguh saya sangat gembira tatkala malam tiba karena dengannya hidupku merasa bahagia dan hatiku menjadi sejuk lantaran bisa bermunajat dengan yang saya cintai (Allah ta'ala), berkhalwat denganNya dan merasakan kelezatan dihadapanNya, dan saya merasa sedih jika fajar telah terbit karena pada siangnya saya banyak disibukkan dari melakukan hal tersebut."20

4. Kelezatan membaca AlQur-an.

Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu berkata : "SeAndainya hati kita suci maka niscaya ia tidak akan pernah puas dengan firman Allah (AlQur-an)". Ibnul Qayim rahimahullah berkata : "Bagaimana bisa seorang pecinta bisa merasa puas dengan ucapan Dzat yang menjadi tujuan utamanya (Allah)" sampai beliau berkata : "Sungguh pecinta AlQur-an mendapatkan rasa indah, kelezatan, dan kebahagiaan yang berlipat gAnda dibandingkan dengan yang didapatkan oleh para pecinta nyanyian syaithan (musik)".21 Ibnu Rajab rahimahullah juga berkata : "Bagi para pecinta Allah tidak ada bagi mereka yang lebih manis dari pada ucapan yang mereka cintai (Allah) sebab ia merupakan sumber kelezatan hati dan tujuan utama mereka."22

5. Kelezatan berinfak dijalan Allah.

Kelezatan ibadah ini telah didapatkan oleh Abu Thalhah radhiyallahu'anhu yang tatkala ia merasakan kelezatan ini, ia langsung menginfakkan hartanya yang paling berharga dijalan Allah sebagaimana dalam riwayat Bukhari dan Muslim. Demikian Abu AdDahdah radhiyallahu'anhu ketika ia merasakan kelezatan ini ,ia langsung menginfakkan semua usaha pertaniannya kejalan Allah.

6. Kelezatan menuntut ilmu.

AsySyathibi rahimahullah berkata : " mengilmui sesuatu merupakan suatu kelezatan yang tidak bisa ditandingi oleh kelezatan lainnya, sebab hal ini merupakan suatu jenis penguasaan terhadap ilmu tersebut, dan cinta terhadap kekuasaan telah difitrahkan atas jiwa dan dicenderungi oleh hati."23 Kelezatan ilmu ini telah banyak didapatkan oleh orang-orang yang senantiasa menyibukkan diri dengannya, Ibnul Jauzi rahimahullah mengisahkan tentang dirinya sendiri : "Adalah saya dalam menuntut ilmu mendapatkan banyak penderitaan yang bagi saya semuanya lebih manis daripada madu dalam menempuh cita-cita yang saya harapkan. Dulu ketika saya masih kanak-kanak saya membekali diri dengan roti kering kemudian pergi menuntut ilmu hadis ,dan saya beristrahat duduk ditepi sungai Isa sambil makan roti kering ini dan minum air (agar bisa ditelan), setiap memasukan satu suap roti saya mengikutkannya dengan air, dan saat itu hatiku yang penuh tekad dan semangat tidak merasakan apapun selain lezatnya menuntut ilmu".24

Adapun kelezatan ilmu yang berupa menulis dan menyusun buku ,dikisahkan sendiri oleh Abu Ubaid bin Sallam rahimahullah : " Dulu saya menyusun buku ini 'Kitab Gharib Alhadits' selama 40 tahun, dan kadangkala saya mendapatkan faedah dari ucapan para ulama dan meletakkannya dalam kitab ini,setelah itu sayapun tidak bisa tidur malam lantaran senang dengan faedah tersebut."25

___________________________________________________________________________________________________
15.HR Bukhari dan Muslim
16.Fath AlBari : 1/45
17.HR Ahmad dan Nasa'I dan dinilai shahih oleh AlAlbani.
18.HR Ahmad dan Abu Daud dan dinilai shahih oleh AlAlbani.
19.Shifah AshShofwah 2/87
20.Thariq AlHijratain 1/474
21.AlJawab AlKafi 170
22.Jami' Al'Ulum wa AlHikam 364
23.AlMuwafaqat 1/67
24.Shaid AlKhathir 177
25.Thabaqatul hanabilah oleh Ibnu Abi Ya'la 261

Sumber: wahdah.or.id

0 Response to "Meraih Kelezatan Beribadah (Bag. 3)"

Poskan Komentar