Tafsir Surah Al Fatihah (Pengantar)

Posted by Wahdah Islamiyah Kolaka Senin, 10 September 2012 18.42
Seharusnya tidak ada seorang muslim pun yang tidak mengenal surah ini. Setidaknya bila seorang muslim 'hanya' menjaga shalat lima waktunya saja, hampir bisa dipastikan ia akan mengulangi surah ini sebanyak 17 kali dalam sehari semalam. Belum lagi bila ia tidak sekedar mengerjakan shalat yang fardhu.
Belum lagi bila ia tidak sekedar mengerjakan shalat yang fardhu. Tentu pengulangan terhadap surah ini akan lebih sering terjadi. Namun ternyata seringnya pengulangan itu tidak serta merta menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap surah ini. Berikut ini beberapa penjelasan sederhana sep utar surah ini. Semoga saja dapat memberikan pencerahan baru bagi shalat-shalat kita sehari-hari. Agar shalat-shalat itu tidak berlalu begitu saja, tanpa kita memahami sedikitpun dzikir dan do'a yang kita lantunkan di dalamnya.

Nama-nama Surah Al Fatihah
Ada beberapa nama yang sering digunakan untuk surah ini, diantaranya adalah :
  1. Al Fatihah , yang berarti sang pembuka. Nama ini tentu saja sesuai dengan fungsi surah ini sebagai surah pembuka baik dalam mushhaf Al Qur'an dan juga dalam shalat.
  2. Ummul Kitab . Penamaan ini didasarkan kepada salah satu hadits Nabi saw yang menyatakan : "Alhamdulillahi rabbil 'alamin adalah 'ummul Qur'an', 'ummul Kitab'…" (HR. At Tirmidzy dengan sanad yang shahih). Mengapa surah Al Fatihah dinamakan ummul Kitab ? Ada beberapa pandangan di kalangan para ulama tentang hal ini. (1) Imam Bukhari misalnya –sebagaimana yang beliau sebutkan dalam awal Kitab Tafsir dalam Shahih Bukhari bahwa penamaan itu dikarenakan surah Al Fatihah yang per tama kali ditulis dalam mushhaf dan yang pertama kali dibaca dalam shalat. (2) Sebagian ulama yang lain memandang bahwa penamaan Al Fatihah dengan ummul Kitab disebabkan karena seluruh makna kandungan Al Qur'an itu kembali kepada makna yang terkandung dalam surah ini. Ibn Jarir Ath Thabary misalnya menguraikan hal ini berdasarkan pengertian kata umm secara bahasa. Beliau menjelaskan bahwa bangsa Arab menyebut setiap sesuatu yang mengumpulk an atau yang dikedepankan dalam suatu perkara dengan sebutan umm. Panji pasukan dalam peperangan disebut umm karena seluruh prajurit bersatu di bawahnya. Begitu pula kulit kepala yang 'mengumpulkan' dan menghimpun otak manusia, dalam bahasa Arab disebut dengan istilah umm .
  3. As Sab'u Al Matsany . Artinya "tujuh ayat yang sering diulang-ulang". Tentu saja ini sangat berkaitan erat dengan seringnya surah Al Fatihah yang berjumlah tujuh ayat ini diulang dalam keseharian seorang muslim. Nama ini sendiri disebutkan dalam beberapa hadits Nabi saw, seperti : "Dia itu adalah 'ummul Qur'an', dia itu adalah pembuka AlKitab, dan dia itu adalah 'as sab'u al matsany'." (HR. Ath Thabary dari Abu Hurairah –radhiallahu 'anhu-). Tidak hanya itu, bahkan nama ini disebutkan pula dalam salah satu ayat Al Qur'an : "Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Qur'an yang agung ." (Al Hijr : 87)
  4. Al Hamd. Yang berarti pujian. Sebabnya jelas karena surah ini diawali dengan pujian (Al Hamd) kepada Allah Azza wa Jalla.
  5. Ash Shalat . Nama ini didasarkan pada sebuah hadits qudsi yang cukup terkenal yang menunjukkan keutamaan surah ini. Dalam hadits itu, Allah Ta'ala berfirman : "Aku telah membagi 'Ash Shalat' (yaitu Al Fatihah yang dibaca dalam shalat) menjadi dua bagian antara Aku dengan hambaKu…" (HR. At Tirmidzy). Ibn Katsir menyatakan bahwa surah Al Fatihah dinamakan juga Ash Shalat karena ia menjadi rukun sahnya shalat.
  6. Ar Ruqyah. Hal ini didasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id Al Khudriy –radhiallahu 'anhu- ketika beliau meruqyah (mengobati dengan membacakan ayat atau do'a yang ma'tsur ) seseorang dengan membaca surah Al Fatihah, maka Nabi saw mengatakan : "Bagaimana engkau tahu bahwa (surah ini) adalah ruqyah ?" (HR. Bukhari).
Itulah beberapa nama dari surah Al Fatihah. Nama-nama itu setidaknya menjelaskan kepada kita beberapa fungsi dan keutamaan dari surah ini.

Keutamaan Surah Al Fatihah
Ibn Katsir –rahimahullah- menyebutkan beberapa hadits yang menunjukkan keutamaan surah ini. Di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Abu Sa'id ibn Al Mu'alla –radhiallahu 'anhu- pernah bercerita : "Aku pernah mengerjakan shalat, lalu Rasulullah saw memanggilku. Namun aku tidak segera memenuhinya hingga aku selesai mengerjakan shalat. Lalu kemudian aku mendatangi beliau. Beliau berkata : "Apa yang menghalangimu untuk memenuhi panggilanku ?". Aku menjawab : "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya sedang mengerjakan shalat." Beliau lalu berkata : "Bukankah Allah Ta'ala telah mengatakan : 'Wahai sekalian orang-orang beriman, penuhilah panggilan Allah dan RasulNya bila ia memanggil kalian untuk sesuatu yang menghidupkan kalian' ?", lalu beliau berkata : "Sungguh aku akan mengajarimu sebuah surah yang paling agung dalam Al Qur'an sebelum engkau keluar dari mesjid." Beliau lalu memegang tanganku. Hingga ketika beliau ingin keluar dari mesjid, aku berkata pada beliau : "Wahai Rasulullah, bukankah engkau telah mengatakan bahwa engkau akan mengajariku sebuah surah yang paling agung dalam Al Qur'an ?" Beliau menjawab : "Iya, (surah itu adalah) Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Ia adalah as sab'u al matsany dan Al Qur'an agung yang diberikan kepadaku." (HR. Bukhari dan Ahmad).
  2. Ibn 'Abbad –radhiallahu 'anhuma- pernah berkisah : "Pada suatu ketika Rasulullah saw bersama dengan Jibril. Lalu tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari langit. Maka Jibril menengadahka pandangannya ke langit, lalu berkata : 'Itu adalah salah satu pintu langit yang dibuka yang sebelumnya belum pernah dibuka'. Lalu malaikat itu mendatangi Nabi saw, lalu berkata : 'Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu dan belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu ; yaitu Fatihah Al Kitab dan ayat-ayat penutup surah Al Baqarah. Tidaklah engkau membaca sau hurufpun dari keduanya melainkan engkau akan diberi." (HR. Muslim dan An Nasa'iy)
  3. Hadits Abu Hurairah –radhiallahu 'anhu- dari Rasulullah saw yang bersabda : "Barang siapa yang mengerjakan shalat dan tidak membaca Ummul Qur'an maka shalatnya terputus tidak sempurna –beliau mengulanginya sebanyak tiga kali-." (HR. Muslim). Setelah menyampaikan hadits ini, Abu Hurairah ditanya : "Tetapi kami berada di belakang imam." Ia menjawab : "Bacalah dalam hatimu, sebab sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : "Allah Azza wa Jalla berfirman : 'Aku telah membagi shalat (maksudnya surah Al Fatihah) menjadi dua bagian antara Aku dan hambaKu. Dan hambaKu akan mendapatkan apa yang ia minta. Maka apabila ia mengucapkan 'Alhamdulillahi rabbil 'alamin', Allah pun berkata : 'H ambaKu telah memujiKu'. Dan bila sang hamba mengucapkan 'Ar Rahmanirrahim' maka Allah pun berkata : 'HambaKu telah menyanjungKu'. Maka bila sang hamba membaca 'Maliki yaumiddin', Allah pun berkata : 'HambaKu telah mengagungkanKu'. Dan terkadang Ia mengatakan : 'HambaKu telah menyerahkan urusannya kepadaKu'. Dan tatkala sang hamba mengucapkan : 'Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in', Allah berkata : 'Inilah batas pembagi (surah Al Fatihah) antara Aku dan hambaKu, dan untuk hambaKu apa yang ia minta. Maka bila sang hamba membaca 'Ihdinashshirathal mustaqim, Shiratalladzina an'amta 'alaihim ghairil maghdhubi 'alaihim wala-dhdhallin' , Allah berkata : 'Ini adalah untuk hambaKu, dan untuknya apa yang telah ia minta'. (HR. Muslim dan An Nasa'iy).

Kewajiban Membaca Al Fatihah dalam Shalat
Dari beberapa hadits yang telah disebutkan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa membaca Al Fatihah dalam shalat adalah sebuah keharusan. Dan para ulama telah menyepakati dan berijma' terhadap hal itu. Kewajiban ini semakin dipertegas lagi oleh sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh 'Ubadah ibn Ash Shamit –radhiallahu 'anhu- : "Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihah Al Kitab." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah –radhiallahu 'anhu-, Rasulullah saw bersabda : "Tidak sah shalat yang tidak dibacakan di dalamnya Ummul Qur'an." (HR. Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban).

Itulah sebabnya, Ibn Katsir –rahimahullah- menyimpulkan bahwa membaca Al Fatihah itu hukumnya wajib bagi siapapun yang mengerjakan shalat, baik ia dalam posisi sebagai imam atau ma'mum, ataupun mengerjakannya sendirian. Dan surah ini dibaca di setiap raka'at, jenis apapun shalat yang Anda kerjakan. 

Sumber: www.wahdah.or.id

0 Response to "Tafsir Surah Al Fatihah (Pengantar)"

Poskan Komentar