JK: 8000 Rumah untuk Pengungsi Rohingya

Posted by Wahdah Islamiyah Kolaka Minggu, 12 Agustus 2012 20.02
TRIBUN-TIMUR.COM, - Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla mengungkapkan Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan pemerintah Myanmar sepakat untuk menyediakan 8.000 rumah bagi pengungsi Rohingya. Pengungsi Rohingya juga akan direlokasi dan direhabilitasi ke tempat yang lebih layak.

"OKI dan Myanmar sepakat untuk merehabilitasi korban dan merelokasi ke tempat yg lebih baik. Delapan ribu rumah akan dibangun bagi pengungsi Rohingya," ujar Jusuf Kalla di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, setibanya dari Myanmar, Sabtu (11/8/2012).

Kalla bertolak ke Myanmar setelah menghadiri pertemuan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam pertemuan OKI tersebut diambil keputusan untuk mencari jalan keluar penyelesaian masalah muslim Rohingya di Myamar. Penyelesaian masalah tersebut tidak hanya menyangkut penyelesain dalam tempo dekat saja, namun juga yang akan datang agar permasalahan serupa tidak terulang.

Di Myanmar, Jusuf Kalla sebagai perwakilan dari Indonesia didampingi oleh Wakil Sekertaris Jendral OKI, Hatta Abdul Manan dan wakil dari negara Islam lainnya.

Kalla menambahkan, sejumlah harapan OKI yang disampaikan kepada pemerintah Myanmar disambut baik. Awalnya, sempat muncul kekhawatiran pemerintah Myanmar akan bersikap tertutup terhadap kunjungan OKI. Misalnya, pemerintah Myanmar mengizinkan tim dari anggota OKI terlibat dalam proses rehabilitasi dan relokasi.


"Pemerintah Myanmar bersikap terbuka dan menyambut kami dengan baik. Selain itu, pemerintah Myanmar turut pula memenuhi semua usulan dari kami untuk membantu pengungsi Rohingya," tambahnya.(*)

JK Terobos Hujan Masuk ke Rakhine

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Meskipun diguyur hujan, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) HM Jusuf Kalla (JK) tetap masuk wilayah konflik Rakhine yang belakangan ini ramai diberitakan di berbagai media internasional dan di tanah air, Rakhine, Myanmar, Sabtu (11/8/2012).

Media Officer JK yang juga mantan Wakil Presiden RI ini, Husain Abdullah, mengatakan, sekitar pukul sembilan pagi, JK mendarat di Switte ibu kota Rakhine didampingi langsung Union Minister Myanmar, Letnan General. Thein Htay.

JK juga membawa rombongan, diantaranya Dubes RI untuk Myanmar, Sebastianus Sumarsono, Asisten Sekjen OKI Atta Abdul Mannan, Ketua Red Crescent Qatar, Mohammed Ghanim Al Madeed, mantan juru runding Aceh, Hamid Awaludin.

Menurut Uceng yang mendampingi JK, JK dan rambongan lalu bergerak ke kantor pemerintah otoritas Rakhine untuk mendapatkan gambaran situasi terakhir di wilayah konflik tersebut.

Presentasi disampaikan oleh Union Minister Myanmar, Letnan General. Thein Htay, menegaskan kekerasan sudah tidak terjadi lagi.

Dan pihak keamanan setempat sudah melakukan penegakan hukum dan terus melakukan upaya perdamaian dengan mempertemukan komunitas muslim dan budha, yang sempat terlibat aksi kekerasan yang dipicu oleh pemerkosaan terhadap seorang perempuan setempat.

"Setelah mendapat penjelasan lengkap JK langsung turun kelapangan, di bawah guyuran hujan JK mengunjungi kamp pengungsi kedua belah pihak budha dan islam tanpa membeda bedakan suku dan agama. Di depan umat budha yang juga melakukan pengungsian, JK menyampaikan bahwa kedatangan untuk membantu kedua pihak yang bertikan agar sekaligus dapat hidup kembali secara damai dan harmoni," kata Uceng sapaan Husain Abdullah kepada Tribun Timur via blackberry messengernya, Sabtu (11/8/2012).(*/kompas.com)

0 Response to "JK: 8000 Rumah untuk Pengungsi Rohingya"

Poskan Komentar