Syi'ah Sewa Preman Sebar Brosur 'Fatwa MUI Palsu' di Pengajian Islam

Posted by Wahdah Islamiyah Kolaka Senin, 23 Mei 2011 18.31
Berbagai  cara dilakukan para pengikut Syi’ah untuk menghalangi syiar islam. Setelah  gagal meneror panitia tabligh akbar, Syi’ah menyewa preman untuk menyusupkan brosur Fatwa MUI palsu ke peserta pengajian. Empat  orang preman tertangkap basah menyebarkan fatwa MUI palsu kepada jamaah tabligh akbar "Membongkar Kekufuran Syi'ah" di Masjid Jami’ Amar Ma’ruf Bulak Kapal, Bekasi Timur, Ahad (22/5/2011).

Ketika diinterogasi panitia dan satpam masjid, keempat preman itu mengaku sebagai tukang ojek yang diperintah Kapolsek Bekasi Timur. Tapi panitia meragukan pengakuan keempat preman itu, karena acara yang digelar itu resmi dengan pemberitahuan kepada Polsek Bekasi Timur, bahkan untuk menjaga keamanan, acara itu juga dijaga oleh beberapa orang aparat kepolisian. Panitia mencurigai para preman tersebut diperalat oleh kalangan Syi’ah untuk memprovokasi pengajian. 

“Tidak mungkin brosur provokasi ini disebarkan oleh Kapolsek. Kayaknya ini dari orang Syi’ah yang menyuruh mereka dengan bayaran,” jelas Ruhiyat, ketua panitia tabligh akbar kepada wartawan usai shalat zuhur di Masjid Amar Ma’ruf.
Fatwa dalam selebaran yang mengatasnamakan MUI Pusat ini sangat aneh dan kurang layak disebut sebagai fatwa. Biasanya, setiap fatwa MUI diawali dengan basmalah dan disertai logo MUI, lalu di akhiri dengan tanda tangan dan stempel resmi MUI. Selain itu, tidak tercantumkannnya tanggal dan alamat menambah daftar kepalsuan fatwa yang menjustifikasi keabsahan Syiah itu.
Di samping itu, secara de facto maupun de jure, fatwa pendukung Syi’ah yang dinisbatkan kepada MUI itu bertentangan dengan Fatwa MUI yang resmi dikeluarkan pada tahun 1984 tentang perbedaan paham Syi’ah dan Sunni.
Sejak dirilis tahun 1984 hingga saat ini, Fatwa MUI tentang kesesatan Syi’ah itu belum pernah diamandemen apalagi dicabut. Tiba-tiba tahun bulan Mei 2011 muncul selebaran fatwa palsu yang substansinya menghapus fatwa resmi. Brosur yang disebarkan preman itu bertajuk “Fatwa Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia): Syi’ah Sah Sebagai Mazhab Islam.”
Ratusan brosur disita panitia pengajian. Selain itu, sebuah spanduk Syi’ah yang dipasang para preman di seberang jalan juga diamankan panitia.
Sebelumnya, dilaporkan aksi teror gencar dilakukan melalui telepon maupun pesan singkat kepada panitia acara Tabligh Akbar tersebut. Salah satu peneror yang mengaku dari Mabes Polri, meminta agar pembicara tabligh akbar diganti dari Ustadz Syi’ah. 

“Saya sering ditelpon dari orang yang katanya dari Mabes Polri, meminta agar jangan radikal. Selama dua hari ini ada lima kali dia menelepon saya terus,” ujarnya. 
“Dia minta agar pembicaranya diganti oleh Ustadz (Syi’ah) yang direkomendasikan Mabes Polri. Saya nggak yakin itu telepon dari Mabes Polri.”
Ruhiyat mengaku tidak kaget karena kasus serupa, sebelumnya dialami ormas HASMI Jakarta.
Menurut Ustadz Ibrahim Bafadhal Lc, pembicara tabligh akbar tersebut, selebaran gelap yang disebarkan preman bayaran itu bukan resmi MUI, karena MUI pusat dalam fatwa resminya pada tanggal 7 Maret 1984 justru menyatakan Syi’ah sesat. Dalam fatwa yang ditandatangani oleh Prof. K.H. Ibrahim Hosen LML dan H Musytari Yusuf LA itu, disebutkan dengan jelas bahwa faham Syi’ah sangat berbeda dengan faham Islam (Sunni/Ahlus Sunnah Wal Jama’ah). Menyikapi faham sesat Syi’ah itu, MUI mengimbau agar umat Islam meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah. [fshare/HASMI/voa-islam]

0 Response to "Syi'ah Sewa Preman Sebar Brosur 'Fatwa MUI Palsu' di Pengajian Islam"

Poskan Komentar