Sedikit Tidur Itu Lebih Baik

Posted by Wahdah Islamiyah Kolaka Kamis, 03 Maret 2011 18.43
Tidur selama delapan jam setiap hari atau hampir setiap hari, sudah lama dianggap sebagai rentang waktu tidur  yang ideal sebagai waktu yang diperlukan oleh tubuh manusia. Tetapi penelitian baru mengatakan, bila tidur selama  itu jika dilakukan setiap hari, justru lebih dapat mempersingkat masa hidup.

Sebuah studi yang dilakukan atas  lebih dari satu juta orang yang tidur delapan jam atau lebih dalam sehari menunjukkan mereka meninggal di usia  yang lebih muda dari rekan-rekan mereka yang tidur dengan jam yang lebih sedikit.

Sebagaimana tidur empat jam sehari atau hampir setiap hari, juga kemungkinannya untuk meninggal lebih cepat. Tapi  mereka yang tidur enam jam sehari, menurut penelitian dapat hidup lebih lama. Para ilmuwan di University of  California mengatakan, studi ini menunjukkan hubungan antara jangka waktu tidur dan tingkat kematian yang tinggi.  Namun, tim peneliti belum berhasil mendapatkan jawaban dibalik hubungan ini.

Profesor Jim Horne dari Sleep Research Center di University of Loughborough mengatakan bahwa mereka yang  berpendapat tidur lebih lama, itu tidak benar. kami dapat mengkonfirmasi bahwa tidur enam atau tujuh jam satu  hari sudah cukup lama. Jarak waktu atau jam tidur yang dibutuhkan oleh tubuh adalah jika Anda dalam kondisi  terjaga lalu merasa ingin tidur disiang hari.

Lagi-lagi, kita ucapkan Subhanallah, Al Qur'an telah diturunkan di tengah masa, dimana banyak sekali utopi yang  menyebutkan bahwa tidur dalam waktu lama itulah yang paling baik. Sampai datang penelitian di abad 21 yang  menegaskan bahwa waktu tidur yang pendek itulah yang lebih baik untuk manusia. Bukankah ini seperti yang telah  ditegaskan dalam Al Quran dibanyak ayat-ayatnya saat menerangkan tentang salah satu kebiasaan orang-orang yang  bertakwa :

"Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar."  (QS. Adz Dzariyat : 17-18)

Seperti itu juga Allah subhanahu wata’ala memerintahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk tidak banyak tidur, dan mengganti apa yang telah  dikurangi dari waktu tidur di malam, pada waktu siang. Allah subhanahu wata’ala berfirman :

"Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),  (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran  itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun  diwaktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan diwaktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada  siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak)." (QS.Al Muzzammil : 1-7).

Dalam ayat ini dijelaskan perintah untuk tidak banyak tidur di waktu malam, dan menghentikannya diwaktu siang.  Ini juga menegaskan apa yang telah ditemukan para peneliti saat sekarang.

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa  serangan jantung umumnya datang setelah pagi hari sampai terbitnya matahari. Kita jadi tahu kenapa nabi yang  mulia itu melewati waktu paginya hingga matahari terbit, dengan berdzikir, bertasbih, dan tilawah Al Quran.

Ada lagi penelitian lain yang menjelaskan bahwa bangun di tengah malam itu bermanfaat bagi kesehatan,khususnya  bagi jantung. Tidur yang panjang akan merusak dan membahayakan jantung. Jantung terkadang kekurangan oksigen akibat tidur yang terlalu lama, dan karena para ilmuwan mengatakan : "Bangun dimalam hari, meski hanya satu kali, itu bermanfaat bagi jantung untuk memasok oksigen yang memadai dan untuk mengindari kematian mendadak.

Subhanallah, Ini juga telah dikonfirmasi oleh Al-Quran dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika ia bangun di malam hari untuk tafakkur terhadap penciptaan Allah subhanahu wata’ala, dan melakukan shalat malam.

Tidur di Siang hari, Sama Pentingnya dengan Tidur di Malam Hari
Para peneliti mengatakan tidur siang hari sebentar --yang disebut dalam Islam dengan istilah qailullah-- itu sangat berguna, sama seperti tidur di malam hari. Mereka mengatakan, bahwa dari perspektif perbaikan sikap dan perilaku, tidur siang berguna, sama sebagaimana tidur malam, terkait dengan fungsi kognitif seseorang.

Sebuah tim peneliti dari Universitas Lubeck, Jerman , melakukan tes diagnostik pada 52 sukarelawan. Para sukarelawan diminta untuk tidur dalam rentang waktu tertentu, tanpa membedakan waktu siang atau malam. Dan hasilnya, kondisi mereka sama dan tidak berbeda.

Di sini kita diingatkan kembali ingat dengan apa yang disampaikan oleh Al Quranul Karim, untuk tidur di malam dan siang hari. Bahkan tidur siang sebentar itu tidak kalah pentingnya sebagaimana tidur malam.

"Dan diantara ayat-ayat-Nya tidur di malam dan siang hari."
Ini adalah tanda keajaiban Al Qur'an sebagai kitab yang diturunkan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Karena informasi ini baru bagi para Ilmuwan, bahkan mereka tidak tahu pentingnya tidur siang kecuali di abad ke dua puluh satu. Sedangkan Al Quran telah menekankan pentingnya tidur malam dan siang, sebagai suatu keajaiban dan tanda kekuasaan Allah, sejak empat belas abad lalu!
Subhanallah. Apakah setelah semua fakta ini masih ada yang mengatakan bahwa Al Quran adalah karangan manusia?

Memori Otak Lemah Saat Seseorang Baru Saja Bangun Tidur
Para ilmuwan Universitas Harvard melakukan penelitian terkait hubungan antara memori ingatan dan tidur. Mereka menggunakan alat scan resonansi MRI fungsional magnet, hingga mereka mendapati adanya aktivitas otak di kawasan yang spesifik. Kemudian aktifitas bergerak ke wilayah kedua dan begitulah seterusnya bahwa otak melakukan penataan informasi, berkoordinasi, dan menyimpan informasi sehingga mudah diambil kembali setelah seseorang bangun dari tidur.

Namun studi selanjutnya menunjukkan bahwa fokus otak seseorang ada pada tahap minimum ketika ia baru saja bangun tidur. Dibutuhkan waktu antara 15-30 menit untuk dapat mengembalikan kemampuan pikiran. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar seseorang segera setelah bangun tidur melakukan beberapa latihan ringan untuk memulihkan aktivitas otak.

Di sini, kita juga bisa memahami mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam banyak mengingat Allah langsung setelah bangun dari tidur. Beliau kemudian berwudhu, berdo'a, lalu shalat. Jadi beliau menggunakan bagian waktunya setelah tidur untuk berdo'a dan berdzikir, sebelum melakukan aktifitas lain atau menentukan keputusan. Jika kita kaji pandangan para ilmuwan dewasa ini, mereka menegaskan bahwa memori manusia berada pada posisi terendah setelah baru saja bangun dari tidur.

Para peneliti memperingatkan dokter yang berjaga malam, juga petugas pemadam kebakaran dan pekerja dimalam hari yang pekerjaannya membutuhkan pengambilan keputusan penting setelah bangun. Disarankan mereka untuk tidak mengambil keputusan atau tidak mengambil tindakan apapun sampai setelah seperempat jam setelah bangun tidur.

Inilah Sebabnya Allah subhanahu wata’ala berfirman :
“Allah memegang jiwa (seseorang) pada saat kematiannya dan jiwa (seseorang) yang belum mati ketika ia tidur, maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.”(Qs. Az-Zumar:42).

Ayat ini menjelaskan tentang pentingnya tidur dan kaitan antara tidur dengan mati. Karena itu kita, dengan berdzikir kepada Allah subhanahu wata’ala sebelum tidur dan setelah bangun dari tidur. Bercermin pada apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Apa Pelajaran yang Kita Petik dari Studi Ini?
1.    Jangan terlalu banyak tidur, dan bangunlah disaat shalat Subuh. Ini akan menambah kekuatan jantung dan meningkatkan kesehatan serta menambah kegairahan untuk beraktifitas. Gantilah sebagian kekurangan tidur kita diwaktu malam dengan tidur sejenak diwaktu siang.
2.    Manfaatkan waktu tidur kita dengan mendengarkan tilawah Al Qur’an murottal. Otak akan bekerja menyimpan ayat-ayat yang dibacakan itu saat kita tidur. Ini adalah salah satu cara untuk membantu kita menghafal Kitabullah. Saya menerapkan cara ini dan saya telah mampu menghafal Al Quran tanpa kesulitan yang berarti. Alhamudlillah.
3.    Hal pertama yang harus dilakukan setelah bangun langsung adalah berdo’a sebagaimana diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nyalah kami dikumpulkan”.
Lalu berwudhulah, shalat dan bacalah Al Qur’anul karim selama sekitar 15 menit minimal. Aktifitas seperti ini akan menambah kemampuan kita untuk bias tepat mengambil keputusan penting dalam hidup.

Akhirnya, saya memohon kepada Allah subhanahu wata’ala agar mengokohkan kita di atas kebenaran ini. Menjadikan seluruh kemukjizatan ini sebagai sarana yang bisa meyakinkan hati siapapun yang ragu terhadap hakikat islam. Agar mereka mengetahui kemuliaan agama ini. Agar mereka tahu kasih sayang yang telah dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Saya tutup artikel ini, dengan firman Allah subhanahu wata’ala.

“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan” (Qr-Arrum:23)
Sumber:Majalah Tarbawi

0 Response to "Sedikit Tidur Itu Lebih Baik"

Poskan Komentar