Hukum Shalat Bagi Wanita Yang Mengalami Keguguran di Usia Tiga Bulan Kehamilan

Posted by Wahdah Islamiyah Kolaka Selasa, 29 Maret 2011 18.27
Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah 

Fadhilatusy Syaikh ditanya tentang seorang wanita yang mengalami keguguran pada usia 3 bulan kandungannya. Apakah dia tetap shalat atau harus meninggalkannya? 

Beliau menjawab: 
Yang dikenal di sisi para ulama, jika wanita mengalami keguguran maka dia tidak melaksanakan shalat, karena yang gugur dari kandungannya sudah berupa janin yang telah jelas padanya bentuk manusia, sehingga darah yang keluar darinya merupakan darah nifas yang menghalanginya dari pelaksanaan shalat. 

Para ulama menyatakan: Dan sangat mungkin bentuk manusia itu begitu jelas jika sudah genap 81 hari usia kehamilan, dan hitungan ini kurang dari 3 bulan. Jika dia yakin bahwa janinnya gugur pada usia 3 bulan, maka darah yang keluar darinya darah nifas. Adapun jika usia kehamilannya sebelum 80 hari, maka darah yang keluar darinya dihukumi darah fasad (istihadhah), sehingga dia tidak boleh meninggalkan shalat hanya karena keluarnya darah tersebut. 

Maka wajib baginya untuk mengingat-ingat, jika kegugurannya sebelum 80 hari usia kehamilannya dia mengqadha shalat (yang dia tinggalkan), jika dia tidak ingat berapa kali shalat yang dia tinggalkan maka dia perkirakan kemungkinan yang paling besar jumlah shalat yang dia tinggalkan kemudian mengqadhanya. 

(Dinukil dari رسالة في الدماء الطبيعية للنساء (Problema Darah Wanita), karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, hal. 143-144, penerjemah: Abu Hamzah Kaswa, penerbit: Ash-Shaf Media Tegal, cet. ke-1 November 2007M) 

Sumber: 
http://almuslimah.co.nr

0 Response to "Hukum Shalat Bagi Wanita Yang Mengalami Keguguran di Usia Tiga Bulan Kehamilan"

Poskan Komentar